Kemendes PDTT dan BNN; Proteksi Desa Dari Serbuan Narkoba


  Senin, 05 Nopember 2018 Berita DITJENPDT

Ancaman narkoba tak hanya menyerang perkotaan tapi sudah merambah ke pedesaan. Upaya pembangunan desa bersih dari narkoba merupakan langkah strategis yang harus direalisasikan  dalam rangka melindungi desa dari ancaman narkoba.

Demikian hal ini disampaikan Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H. saat menjadi pembicara dalam kegiatan Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Jakarta, Senin (5/11).

Dalam kesempatan ini, Kepala BNN mengingatkan bahwa selain menyerang daerah konflik, narkoba mengancam desa yang makmur. Karena dengan tingkat pendapatan dan daya beli yang tinggi maka bandar bisa masuk mencari celah dan memasok narkoba. Bahkan sindikat narkoba telah mampu mengendalikan aparat desa untuk membantu peredaran narkoba. Hal ini dapat dilihat dari kasus shabu di Sumut di mana salah satu Kepala desanya turut terlibat dalam jaringan narkoba.

Dengan fakta seperti ini, ketahanan desa sangat dibutuhkan oleh sebuah daerah agar bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Sebagai langkah antisipasi, Kepala BNN mengatakan masyarakat desa harus diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba. Selain itu, BNN juga mengajak berbagai sektor terkait untuk memberikan pengawasan yang lebih ketat pada pelabuhan tikus yang ada di kawasan pesisir.

"Karena itulah kerja sama dengan Kementerian Desa ini menjadi hal yang sangat penting," imbuh Kepala BNN.

Sementara itu, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa upaya penanggulangan narkoba jangan dianggap enteng karena dampaknya luar biasa. Dari pengamatannya sendiri, ia menceritakan bagaimana seseorang bisa  hancur akibat narkoba.

Karena itulah ia tidak ingin main-main dalam menangkal ancaman narkoba. Komitmen pun ia bangun dari mulai jajarannya sendiri. Sebagai salah satu upaya menangkal ancaman narkoba di lingkungannya, tak kurang dari 200 jajaran di lingkungan Kementerian yang dipimpinnya, menjalani tes urine melalui kerja sama dengan pihak BNN.

Eko juga menambahkan, untuk menjadi salah satu negara yang unggul dalam perekonomian di kancah dunia maka persoalan narkoba harus dilawan dan ditanggulangi. Dalam hal ini Kementerian Desa PDTT bisa melakukan upaya  seperti gerakan anti narkoba yang dimulai dari desa.

Senada dengan hal tersebut, Nurdin selaku Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi mengatakan, gerakan anti narkoba bisa dilakukan dalam hal preventif seperti penyuluhan di daerah transmigrasi dan perbatasan dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat.

Selain upaya tersebut, pemberdayaan para kader atau relawan anti narkoba di pedesaan dinilai penting. Seperti disampaikan Taufik Majid, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, bahwa di daerah, ada instrumen yang bisa dioptimalkan fungsinya. Dalam hal ini, program bursa inovasi desa bisa dimaksimalkan untuk program P4GN termasuk menggiatkan para agen penyuluh untuk jadi penggiat anti narkoba.

Pada dasarnya kerja sama pihak BNN dan Kementerian Desa PDTT sangat potensial ke depan dalam upaya P4GN. Menurut Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi semua unit di pihaknya memiliki tautan erat dengan berbagai program di BNN.

"Kegiatan hari ini merupakan upaya membangun kesadaran komunal menangkal ancaman narkoba. Usai kegiatan ini perlu kerja sama yang lebih kuat," tutup Anwar.

Sumber: bnn.go.id