Dirjen PDT: Raih Standar Kopi Fair Trade, Desa Kayumas Bisa Menjadi Inspirator Desa-Desa Lain


  Kamis, 27 September 2018 Kegiatan DITJENPDT

SITUBONDO - Kopi Arabika Kayumas, Taman Dadar yang diproduksi oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Surya Abadi Kayumas yang terletak di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo berhasil di ekspor perdana ke Amerika Serikat sebanyak 44,4 ton.

Tidak main-main, kopi yang diekspor ke negeri paman sam tersebut telah memenuhi standar Fair Trade. Kopi dengan standar fair trade adalah kopi yang diproduksi oleh petani kecil, dimana produk dari perkebunan petani-petani kecil ini kemudian dijadikan sebagai pasokan tetap dari instansi seperti produsen kopi. Pemasok kopi ini setuju membayar harga yang lebih mahal sebagai ganti kopi berkualitas yang dihasilkan petani.

Dari penanaman dan pengelolaan, kopi fair trade diproduksi di lading-ladang yang dibuka dengan memperhatikan aspek lingkungan disekitarnya. Rata-rata kopi fair trade biasanya termasuk kopi organik.

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT), Samsul Widodo pada Senin (24/5) mengunjungi Desa Kayumas untuk berdiskusi dan bertemu langsung dengan para petani dan pengurus Koperasi Serba Usaha (KSU) Surya Abadi Kayumas, sekaligus acara tumpengan atas fee premium yang didapat Koperasi dari hasil ekspor kopi dengan standar fair trade.

Dirjen PDT secara simbolis memberikan fee premium sebesar Rp 288 juta untuk digunakan sebagai program renovasi jalan tani, penyediaan alat mesin pertanian dan pembagian sembako.

“Saya merasa terhormat untuk bisa hadir disini. Terus terang selama ini kami selalu mencari hal-hal semacam ini untuk menjadi pionir, untuk menjadi inspirator untuk desa-desa lain,” sanjung Samsul.

Dirinya memuji para petani di Desa Kayumas, dengan kondisi yang terbatas namun bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa, terlebih bisa mendapatkan standar kopi fair trade.

“Yang luar biasa itu kan, dengan kondisi yang terbatas bisa menghasilkan produk yang dikenal di negara lain. Sata merasa bangga terus terang” ujar Samsul.

“Pada saat saya mendengar tentang fair trade, saya tahu bahwa check list cukup banyak. Dan Desa Kayumas, melalui Kelompok Koperasi Serba Usaha ini bisa memenuhi itu, sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa kalua kita berusaha, kita kerja keras, ternyata kita bisa mencapai itu,” lanjut Samsul.

Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Surya Abadi Kayumas, Siti mengucapkan terima kasih kepada Dirjen PDT yang telah bersedia hadir dalam acara tersebut. Menurutnya dengan standar kopi fair trade bisa membawa dampak yang baik bagi masyarakat Desa Kayumas.

“Dengan adanya standari fair trade, Koperasi Surya Abadi ingin bisa membawa masyarakat dan petani kopi menjadi penggerak ekonomi desa Kayumas dan bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujar Siti

Ekspor kopi Arabika Kayumas dengan standar fair trade adalah hasil kemitraan bersama dengan PT. Indokom Citra Persada yang sudah berlangsung sejak tahun 2008, serta dengan Perhutani sebagai penyedia lahan dan Pemerintah Daerah Situbondo.