Pemkab Lebak Fokus Infrastruktur Bebaskan Daerah Tertinggal


  Senin, 17 September 2018 Berita DITJENPDT

LEBAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, memfokuskan pembangunan infrastruktur guna membebaskan daerah tertinggal sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta daya saing pasar.

"Kita menargetkan tahun ini Lebak terbebas dari daerah tertinggal dan sejajar dengan daerah lain yang lebih maju di Banten," kata Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi di Lebak, Senin (9/7).

Kabupaten Lebak sangat ironi sebagai daerah penyangga Ibukota Jakarta masih menyandang daerah tertinggal. Penyebab daerah tertinggal itu dipengaruhi buruknya kondisi infrastuktur sehingga berdampak terhadap pendapatan ekonomi masyarakat juga pelayanan publik. Karena itu, pemerintah daerah memfokuskan infrastuktur antara lain pembangunan jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, jaringan listrik,sarana air bersih hingga sarana umum."Kami merealisasikan infrastuktur cukup besar dialokasikan APBD hingga Rp750 miliar," kata dia menjelaskan.

Menurut dia, pembangunan bagian dari Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU Nomor 23 Tahun 2014. Pembangunan juga diamanatkan pentingnya partisipatif dalam perumusan perencanaan pembangunan daerah secara optimal melalui upaya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Selain itu pembangunan infrastruktur juga ada kewenangan lain, seperti dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi, daerah hingga desa.

Saat ini, pemerintahan desa juga memiliki anggaran alokasi dana desa (ADD) sehingga dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan antardesa dan antarlingkungan."Kami yakin infrastuktur itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga mengejar ketertinggalan," ujar dia menjelaskan.

Sumber: neraca.co.id