Direktorat PSDM Gandeng Bekraf Kembangkan Prukades dan BUMDes di Daerah Tertinggal


  Jumat, 23 Februari 2018 Berita DITJENPDT

JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa) menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk mengembangkan produk unggulan kawasan desa (prukades) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Kementerian Desa, Priyono di Jakarta, Jumat (9/2) mengatakan, kerja sama ini merupakan upaya dari Kementerian Desa untuk menggandeng semua pihak terkait untuk bersinergi dalam mengembangkan prukades dan BUMDes.

Dalam kaitan ini, tuturnya, Bekraf akan menyiapkan para pelatih untuk memberikan pelatihan marketing (branding, promosi, publikasi) produk-produk BUMDes dan prukades dari para pelaku usaha kecil di pedesaan. Selain Bekraf, Kementerian Desa juga menggandeng Blanja.com, XL Axiata, Fatayat NU.

Diharapkan, dengan pelatihan ini maka para pelaku usaha kecil di pedesaan bisa meningkatkan pemasaran produk mereka setidaknya di level nasional. Dengan demikian, produk mereka bisa semakin dikenal dan tentunya mereka bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

Priyono mengatakan, dalam kerja sama pemasaran ini, pihaknya juga akan menggandeng sejumlah pelaku e-commerce di Tanah Air untuk melatih dan membantu para pelaku usaha di pedesaan agar bisa memasarkan produk mereka dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, melalui market place.

“Dengan kerja sama ini kita harapkan ke depan para pelaku usaha di pedesaan, termasuk BUMDes bisa memasarkan produk mereka melalui e-commerce untuk menjangkau lebih banyak lagi segmen pasar. Dengan demikian, mereka juga bisa menikmati pendapatan yang lebih baik,” tandasnya.

Terkait kendala jaringan internet yang mungkin bisa saja terjadi di berbagai daerah pedesaan yang belum bagus jaringannya, Priyono mengatakan, pihaknya sudah memiliki kerja sama dengan Kemkominfo untuk hal tersebut. Dengan kerja sama ini, ia berharap, Kemkominfo akan membantu penguatan jaringan internet sehingga para pelaku usaha kecil di pedesaan yang telah mengikuti pelatihan nanti bisa langsung mempraktikannya di lapangan.

Untuk tahap awal ini, kata Priyono, pihaknya akan menggelar pelatihan di 10 kabupaten di seluruh Indonesia, dengan target peserta sekitar 1.500 orang. Diharapkan, dari mereka yang telah mengikuti pelatihan ini akan menularkan lagi kepada rekan-rekan mereka yang ada di desa sehingga semakin banyak orang yang bisa mendapatkan manfaat secara langsung.