Ditjen PDT Buka Peluang Kerjasama dengan UNOPS Bangun Jembatan Di Daerah Tertinggal


  Rabu, 31 Januari 2018 Berita DITJENPDT

Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, diwakili oleh Kepala Bagian Perencanaan, Sutanta dan Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Informasi dan Telekomunikasi, Aji Komara menghadiri undangan rapat dengan United Nations Office for Project Services (UNOPS) di Gedung Menara Thamrin, Jakarta, Selasa (30/1).

Rapat yang dipimpin oleh Indonesia Country Office Manager UNOPS, Sanitha Pathiyan Thara membahas terkait dengan tindak lanjut rencana pilot project pengadaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) menggunakan teknologi terkini dari Inggris.

Dalam rangka merealisasikan pilot project tersebut, yang nantinya akan dibangun di daerah tertinggal, UNOPS akan memfasilitasi segala keperluan yang dibutuhkan, sehingga pilot project tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana.

"Kami menyambut baik gagasan ini, dalam rangka merealisasikan keinginan semua pihak untuk membuat pilot project tentang JPO di daerah tertinggal. UNOPS akan memfasilitasi segala keperluan yang dibutuhkan," ujar Sanitha

Menurut Senior Programme Officer UNOPS, Steve, UNOPS telah berpengalaman dalam membangun JPO di berbagai wilayah di Indonesia, bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian PUPR dan Bappenas.

"Pilot project JPO ini merupakan gagasan bagus untuk memberikan kontribusi kepada daerah tertinggal agar memiliki akses jembatan bagi masyarakatnya," ujar Steve.

"Selain dengan pihak pemerintah, UNOPS juga sudah menjalin kerjasama dengan pihak swasta dalam bentuk CSR seperti dengan Pertamina, ASTRA, dan Bank Mandiri," tambah Nagasakti Parangin Angin, Technical Advisor UNOPS.

Oleh karena itu, pilot project ini juga diharapkan dapat dibiayai bersama, antara unsur pemerintah, pelaku usaha, UNOPS dan juga Kedutaan Besar Inggris.

Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan berbagai model baru JPO yang menggunakan teknologi dari Inggris yang pernah dibuat di berbagai negara berkembang, seperti di Afrika dan Asia sebagai bahan pembanding untuk dilakukan di Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, akan diselenggarakan pertemuan lanjutan yang akan diagendakan pada minggu kedua bulan Februari dengan mengundang semua pihak yang akan terlibat dalam pilot project JPO.