DIREKTORAT PERENCANAAN & IDENTIFIKASI DAERAH TERTINGGAL

PROFIL

Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertingal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta koordinasi penatalaksanaan di bidang penyusunan indikator daerah tertinggal, identifikasi daerah tertinggal, penyusunan rencana dan skema pendanaan, serta evaluasi dan pelaporan.

Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertingal menyelenggarakan fungsi:

  1. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyusunan indikator daerah tertinggal, identifikasi daerah tertinggal, penyusunan rencana dan skema pendanaan kementerian/lembaga dan skema pendanaan daerah
  2. Penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan indikator daerah tertinggal, identifikasi daerah tertinggal, penyusunan rencana dan skema pendanaan kementerian/lembaga dan skema pendanaan daerah
  3. Pelaksanaan koordinasi penatalaksanaan, dan pengusulan alokasi anggaran percepatan pembangunan daerah tertinggal
  4. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang penyusunan indikator daerah tertinggal, identifikasi daerah tertinggal, penyusunan rencana dan skema pendanaan kementerian/lembaga dan skema pendanaan daerah
  5. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyusunan indikator daerah tertinggal, identifikasi daerah tertinggal, penyusunan rencana dan skema pendanaan kementerian/lembaga dan skema pendanaan daerah
  6. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal
  7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Direktur Jenderal.

Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertingal terdiri atas:

  1. Subdirektorat Penyusunan Indikator Daerah Tertinggal
  2. Subdirektorat Identifikasi Daerah Tertinggal
  3. Subdirektorat Penyusunan Rencana dan Skema Pendanaan Kementerian/Lembaga
  4. Subdirektorat Penyusunan Rencana dan Skema Pendanaan Daerah
  5. Subdirektorat Evaluasi dan Pelaporan
  6. Subbagian Tata Usaha.

Sesuai dengan Permen Kemendesa No.6 Tahun 2015